Doa
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka...
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.
Amin Ya Rabbul Alamin...
Puisi
Bahagiaku surga mereka, dan deritaku pilu mereka...
Dua orang yang sangat aku hargai...
dua orang yang sangat aku hormati...
aku cintai dan aku sayangi...
Yah, mereka “PAPA dan MAMAku”.
MAMA...
yang telah mengandungku selama 9 bulan..
MAMA...
yang sudah memperjuangkan hidup matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini..
MAMA...
yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayangnya...
PAPA, yang telah mendidikku...
PAPA, yang rela banting tulang...
ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup...
Detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun…
Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka???
Sering aku tutup telinga tidak mau mendengar nasehat mereka...
sering kali aku bohong sama mereka hanya untuk kesenanganku...
Sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku...
Sering kali aku banting pintu jika mereka tak kabulkan permintaanku...
dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar...
yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku...
"DASAR CEREWAT, PELIT"
Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku???
“ TIDAK !!! tidak sama sekali... ”
Mereka dengan tulus memafkan kesalahanku
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka...
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa-doanya...
hingga aku menjadi seperti sekarang ini...
Ya TUHAN !!! betapa durhakanya aku...!!!
Tak sadarkah aku...
bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku...
Langkah-langkah ku terhenti di hadapan mereka...
Dan ku pandangi “PAPA dan MAMAku” inci demi inci...
Badan yang dulu tegap kekar Kini mulai membungkuk...
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih...
Kulit yang dulu kencang kini mulai berkeriput...
Kutatap mata mereka yang berbinar-binar...
dan mulai meneteskan air mata bahagia...
air mata haru...
air mata bangga melihatku dengan diriku yang sekarang
Ku cium tangan mereka..
dan kupeluk mereka sambil berkata...
“PAPA dan MAMA”
yang kuberikan hari ini tidak akan cukup untuk membalas semua yang telah kalian berikan selama ini kepada ku,
“Terimakasih PA, terimakasih MA...”
“AKU SAYANG PAPA DAN MAMA SAMPAI AKHIR HAYAT KU”
Waktu ini terus berjalan
ReplyDeleteMeski perlahan tp pasti
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kau dan aku
Terima kasih kuucapkan kepadamu
Yang telah merubah duniaku
Walau akhirnya harus aku yang mengalah kepadanya
Tapi aku takkan pernah menyesal mencintaimu
Perpisahan ini bukanlah sebuah akhir
Namun, ini merupakan sebuah awal
Awal untuk melepasmu
Awal untuk merelakanmu
Dan awal untuk mengenangmu
Puisi Untuk Bapak Sakit | Puisi Twitter Lucu Tapi Bingung | Surat-surat cinta padamu | Puisi Tentang Matahari Dan Gelombang | Puisi Untuk Ibu Tercinta | Puisi Cinta dan Cita Terdampar | PUISI RENUNGAN KISAH SEMUT DAN BATU | PUISI BERSERAKAN | PUISI MEMBACA BAHASA SUNYI | Puisi Cinta Untuk Negeriku Indonesia | Puisi iPhone 5 Punya Saya | 3 Puisi Cinta Rindu Sedih | Mengapa Hanya Kau Beri Luka! Bacalah, | Layu Setangkai Mawar Cidera | 3 Puisi Perpisahan Romantis | Privacy Policy for www.puisina.blogspot.com | Bagai gema-gema panjang yang berhimpun | Betapapun juga: ia itu abadi | Masa yang penuh gairah | SURAT - SURAT CINTA By; Isbedy Stiawan ZS | Nenek tua tersandung ke dalam kematian | Bagai kabut mengambang | Kabut-kabut hari menimpa senja. | aku mau hidup seribu tahun lagi! | Puisi Tentang binatang
huhuh menyenth bngt nie sampai pngn nangisss
ReplyDeleteiya puisi nya sweet banget apalgi ditambah lagunya yg bener bener bikin gw nangis..............MOM,,I'M SORRY
ReplyDelete